Bagi para teman yang membutuhkan materi ini silahkan di download
DISINI
Kamis, 06 Oktober 2011
Jumat, 19 Agustus 2011
Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa, cerita ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer.
Rabu, 17 Agustus 2011
Kanker Rahim
Kanker rahim (uterus) merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi seorang perempuan. Kanker ini dianggap menjadi penyebab kematian terbesar wanita didunia. Ada beberapa penyebab kanker ini, antara lain, hubungan intim di bawah usia 17 tahun.
Kanker rahim adalah penyakit yang banyak diderita oleh kaum perempuan. Karena hanya perempuanlah yang memiliki rahim, sedangkan laki-laki tidak memiliki rahim. Penyakit ini mematikan dan muncul karena sel-sel epitel pada dinding rahim berkembang
Minggu, 26 Juni 2011
Cheat Engine biasa kita gunakan untuk menghack halaman dari sebuah situs permainan, biasanya dengan cheat ini kita bisa mendapatkan keuntungan yang akan menjadikan kita puas.
Silahkan Anda bisa mendownload softwarenya yang sudah saya sediakan :
Download Cheat Engine 6.0
Silahkan Anda bisa mendownload softwarenya yang sudah saya sediakan :
Download Cheat Engine 6.0
Senin, 23 Mei 2011
Meski kecil, semut dikenal dengan kehebatannya membentuk koloni dan bekerja memenuhi kebutuhannya. Namun, bagaimana dengan kemampuan menari semut? Dalam salah satu fotonya, Robertus Agung Sudiatmoko, fotografer asal Indonesia, menunjukkan bahwa semut pun bisa melakukan hal itu.
Dalam foto tarian semut itu, semut tampak mengangkat lima kakinya dan menopang tubuhnya hanya dengan satu kaki. Dengan kaki belakang yang diangkat tinggi, semut itu bisa bertahan dengan satu kaki selama 30 detik. Kalau saja ada ajang pencarian bakat serangga, semut ini mungkin akan memenanginya.

Robertus mengaku terkesan bisa mendapatkan foto itu. Ketika hendak memotret, ia hanya berharap bisa menampilkan foto semut yang terbaik. "Lalu tiba-tiba, ketika berharap foto terbaik, semut itu mengangkat kakinya dan menunjukkan pose breakdance. Saya sendiri tak pernah breakdance, tetapi tiba-tiba saya teringat itu," kata Robertus.
Robertus mengatakan, foto semut itu diambil saat ia hunting foto bersama grupnya, September lalu. Ia mengaku putus asa pada saat awal mengambil foto karena hujan dan harus menunggu sampai reda. Namun, setelah menunggu, dengan kamera Canon 40D dengan lensa 10 mm, ia mendapatkan foto mengagumkan itu.
Selain foto semut menari, Robertus juga memotret semut yang tengah berusaha memakan daun yang ukurannya 10 kali tingginya. Ada pula semut yang berada di permukaan tanah dengan cahaya matahari menyorotnya, membuat pose menyembah dengan dua kaki depan dilipat, seperti sedang berdoa.
Jenis semut yang dipotret Robertus adalah semut api. Coba saja mengganggunya dan Anda akan menyesal sebab semut ini bisa membuat serangan yang menyakitkan. Akan tetapi, di luar itu, Robertus berkomentar, semut sangat menarik, independen, dan pada saat yang sama pintar dalam membentuk kelompok.
Sumber :
apakabardunia.com
sains.kompas.com
Dalam foto tarian semut itu, semut tampak mengangkat lima kakinya dan menopang tubuhnya hanya dengan satu kaki. Dengan kaki belakang yang diangkat tinggi, semut itu bisa bertahan dengan satu kaki selama 30 detik. Kalau saja ada ajang pencarian bakat serangga, semut ini mungkin akan memenanginya.
Robertus mengaku terkesan bisa mendapatkan foto itu. Ketika hendak memotret, ia hanya berharap bisa menampilkan foto semut yang terbaik. "Lalu tiba-tiba, ketika berharap foto terbaik, semut itu mengangkat kakinya dan menunjukkan pose breakdance. Saya sendiri tak pernah breakdance, tetapi tiba-tiba saya teringat itu," kata Robertus.
Robertus mengatakan, foto semut itu diambil saat ia hunting foto bersama grupnya, September lalu. Ia mengaku putus asa pada saat awal mengambil foto karena hujan dan harus menunggu sampai reda. Namun, setelah menunggu, dengan kamera Canon 40D dengan lensa 10 mm, ia mendapatkan foto mengagumkan itu.
Selain foto semut menari, Robertus juga memotret semut yang tengah berusaha memakan daun yang ukurannya 10 kali tingginya. Ada pula semut yang berada di permukaan tanah dengan cahaya matahari menyorotnya, membuat pose menyembah dengan dua kaki depan dilipat, seperti sedang berdoa.
Jenis semut yang dipotret Robertus adalah semut api. Coba saja mengganggunya dan Anda akan menyesal sebab semut ini bisa membuat serangan yang menyakitkan. Akan tetapi, di luar itu, Robertus berkomentar, semut sangat menarik, independen, dan pada saat yang sama pintar dalam membentuk kelompok.
Sumber :
apakabardunia.com
sains.kompas.com
Ilustrasi (gambar: physorg.com)
PARIS - Para ahli astronomi mengatakan bahwa mereka telah menemukan planet-palnet raksasa yang tidak memiliki bintang induk.
Setelah melakukan pencarian selama dua tahun, ditemukan 10 planet raksasa berukuran Jupiter di bintang terdekat, namun beberapa di antaranya mengambang bebas di galaksi Bima Sakti, alias tidak memiliki bintang induk. Demikian seperti yang dikutip dari AFP, Kamis (19/5/2011).
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal sains Nature, memberikan pandangan baru atas pengetahuan mengenai planet. Ada lebih dari 500 planet tanpa bintang yang ditemukan sejak tahun 1995, namun penemuan ini adalah kali pertama ditemukan sebuah planet tanpa bintang yang berukuran raksasa.
Teori planet menyebutkan bahwa planet terbentuk dari debu dan gas dari bintang mereka. Jurnal Nature menyebut bahwa planet-planet tanpa bintang ini mungkin adalah planet yang memiliki jarak sangat jauh dari bintang mereka, hingga tidak lagi terpengaruh oleh gravitasinya,
Penelitian yang ditulis dalam jurnal sains Nature tersebut, ditulis oleh dua tim yang menggunakan gravitasi tingkat mikro untuk menganalisis 10 juta bintang di galaksi Bima Sakti dalam kurun waktu dua tahun.
(ATA)
Sumber :
apakabardunia.com
techno.okezone.com
Senin, 16 Mei 2011
Yusuke Sugahara, peneliti dari Tuhoku University, Jepang membuat prototipe kereta terbang pertama di dunia. Ia merancang sebuah lokomotif serupa pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan super cepat.
Teknologi ini diklaim selangkah lebih maju dibanding kereta cepat Maglev, yang mengambang akibat memanfaatkan gaya magnet.
Penampilan prototipe kereta terbang buatan Yusuke tak ubahnya seperti pesawat. Lokomotif itu dilengkapi baling-baling dan dua sayap. Teknologi serupa pesawat itulah yang mampu mengangkat badan lokomotif sedikit di atas tanah dengan kecepatan super.
Memang konsep kereta terbang bukan yang pertama kali di perkenalkan di dunia. Sebelumnya ada kerete Maglev (Jerman) yang memanfaatkan elektromagnet kuat. Kini Maglev mampu bergerak dengan kecepatan 360 kilometer perjam.
Urusan kereta cepat kini Jepang memiliki kereta berkecepatan peluru, Hayabusa. Kereta ini mampu melakukan perjalanan kilat secepat kecepatan peluru. Perjalanan sejauh 675 kilometer bisa ditempuh dalam tempo 3 jam 10 menit.
Nah, prototipe kereta terbang buatan Yusuke ini yang digadang-gadang sebagai teknologi masa depan. Meski perlu perbaikan di sana-sini, para ilmuwan Jepang bertekad membuat teknologi baru pengganti kereta peluru yang jauh lebih efisien dan cepat.
Sumber :
tempointeraktif.com
apakabardunia.com
Teknologi ini diklaim selangkah lebih maju dibanding kereta cepat Maglev, yang mengambang akibat memanfaatkan gaya magnet.
Penampilan prototipe kereta terbang buatan Yusuke tak ubahnya seperti pesawat. Lokomotif itu dilengkapi baling-baling dan dua sayap. Teknologi serupa pesawat itulah yang mampu mengangkat badan lokomotif sedikit di atas tanah dengan kecepatan super.
Memang konsep kereta terbang bukan yang pertama kali di perkenalkan di dunia. Sebelumnya ada kerete Maglev (Jerman) yang memanfaatkan elektromagnet kuat. Kini Maglev mampu bergerak dengan kecepatan 360 kilometer perjam.
Urusan kereta cepat kini Jepang memiliki kereta berkecepatan peluru, Hayabusa. Kereta ini mampu melakukan perjalanan kilat secepat kecepatan peluru. Perjalanan sejauh 675 kilometer bisa ditempuh dalam tempo 3 jam 10 menit.
Nah, prototipe kereta terbang buatan Yusuke ini yang digadang-gadang sebagai teknologi masa depan. Meski perlu perbaikan di sana-sini, para ilmuwan Jepang bertekad membuat teknologi baru pengganti kereta peluru yang jauh lebih efisien dan cepat.
Sumber :
tempointeraktif.com
apakabardunia.com